Kadupandak, 6 September 2026 Sebanyak sembilan orang dari satu angkatan yang tersisa menjadi pencetus terlaksananya kegiatan pelantikan dan penerimaan anggota baru Bandung Karate Club (BKC) Dojo Kadupandak di SMAN 1 Kadupandak. Kegiatan yang berlangsung pada 5–6 September 2026 tersebut menjadi momentum penting dalam perkembangan BKC Dojo Kadupandak sekaligus sebagai upaya mempererat persaudaraan antarkarateka.
Pelaksanaan kegiatan tidak hanya melibatkan panitia dari Kadupandak. Sejumlah anggota sabuk cokelat dari Campaka turut hadir dan membantu menyukseskan serta memeriahkan rangkaian kegiatan. Keterlibatan tersebut menjadi salah satu bentuk kebersamaan dan solidaritas antarkarateka BKC tanpa membedakan asal sekolah maupun wilayah latihan.

Kegiatan pelantikan dan penerimaan anggota baru ini diikuti oleh 47 peserta dan 20 panitia. Selain menjadi seremoni penyematan anggota baru, kegiatan tersebut dirancang sebagai wadah untuk melatih mental, kedisiplinan, tanggung jawab, keberanian, serta mempererat tali persaudaraan di antara para karateka.
Rangkaian Kegiatan Pelantikan
Rangkaian kegiatan dimulai pada Jumat sore, 5 September 2026, dengan pembagian kelompok pada pukul 16.38 WIB. Peserta mengikuti tes jargon “Berani Melangkah, Siap Berjuang”, kemudian saling mengenal anggota kelompok, membuat nama kelompok, serta menyusun yel-yel.


Kegiatan dilanjutkan dengan ice breaking pada pukul 17.02 WIB untuk membangun kekompakan dan suasana kebersamaan. Setelah itu, peserta melakukan persiapan salat Magrib.


Pada pukul 18.30 WIB, setalah sholat magrib berjamaah dan membaca surah Yasin peserta mendapatkan pemaparan materi dari pelatih mengenai orang tua. Materi tersebut mengajak peserta untuk memahami perjuangan dan pengorbanan orang tua dalam kehidupan sehari-hari.

Upacara pembukaan dimulai pada pukul 19.40 WIB. Upacara diawali dengan lagu Bakti Cita dan dihadiri oleh pembina serta para pelatih.

Ketua pelaksana, Kang Idris, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya belajar bertanggung jawab serta saling mendukung setelah kegiatan pelantikan. Sementara itu, Bapak Jahrun, S.Pd., selaku pembina karate, berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar.


Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Panca Dharma BKC oleh Kang Fazri dan Teh Salsa serta pembacaan doa oleh Teh Yuli.


Mengenal BKC dan Filosofi Tingkatan Sabuk
Pada pukul 21.00 WIB, peserta mendapatkan materi pertama yang disampaikan oleh Kang Usmen mengenai sejarah BKC. Dalam materi tersebut dijelaskan bahwa Bandung Karate Club atau (BKC) pada awalnya bernama Bandung Karate School for Self Defence. Perguruan tersebut dirintis pada tahun 1962 oleh Kang Iwa Rahadian Arsanata. Kemudian, pada 16 Juni 1966, perguruan tersebut resmi berganti nama menjadi Bandung Karate Club (BKC) di Gedung Mardisantosa, Jalan Sunda No. 2, Bandung. BKC memiliki makna substantif Bina Ksatrya Cita.

Materi berikutnya disampaikan oleh Kang Agus mengenai pengertian dan makna sabuk dalam karate. Setiap tingkatan sabuk memiliki filosofi yang menggambarkan proses perkembangan seorang karateka, mulai dari sabuk putih, kuning, oranye, hijau, biru, cokelat, hingga sabuk hitam.
Dalam materi tersebut dijelaskan bahwa sabuk hitam bukanlah akhir dari perjalanan seorang karateka. Sabuk hitam justru menggambarkan seorang praktisi bela diri yang harus terus berlatih, belajar, dan meningkatkan kemampuan. Peserta juga diberikan motivasi agar tidak malas berlatih karena kemampuan akan berkembang apabila dilakukan secara konsisten.
«“Jangan berhenti untuk apa yang telah kamu lakukan, teruslah kejar.”»

Selain itu, peserta mendapatkan materi mengenai kepengurusan BKC wilayah Cianjur Selatan atau Wilayah 3 yang disampaikan oleh Teh Neli (Sri Neli Amelia Wati). Materi tersebut memperkenalkan struktur kepengurusan, mulai dari kepala staf pelatih, ketua MSH, Binpres (Bimbingan Prestasi), sekretaris, hingga bendahara.
Pelantikan Bukan Sekadar Seremoni


Di sela-sela kegiatan, dilakukan wawancara dengan salah satu pelatih, Kang Agus, mengenai tujuan dan makna pelantikan bagi seorang karateka.
Menurut Kang Agus, tujuan utama kegiatan pelantikan adalah melatih mental sekaligus mempererat tali persaudaraan. Para karateka tidak dibedakan berdasarkan asal sekolah. Mereka bergabung menjadi satu keluarga besar BKC.
«“Yang paling utama untuk mempererat tali persaudaraan. Kita tidak membeda-bedakan sekolah mana, kita bergabung jadi satu.”»
Kegiatan pelantikan yang dilaksanakan di SMAN 1 Kadupandak juga merupakan inisiatif dari para peserta dan panitia. Sebelumnya, kegiatan serupa biasa dilaksanakan di Campaka atau Pagelaran. Para peserta dari Kadupandak kemudian memiliki keinginan agar kegiatan pelatihan juga dapat dilaksanakan di sekolah mereka sendiri.
Kang Agus menilai inisiatif tersebut merupakan hal positif. Beliau berharap kegiatan serupa tidak hanya dilakukan pada tahun ini, tetapi dapat menjadi kegiatan rutin setiap tahun yang diselenggarakan oleh setiap angkatan.
Menurutnya, makna pelantikan bagi seorang karateka tidak hanya sebatas penyematan tanda anggota. Kegiatan tersebut juga bertujuan mempererat persaudaraan dan mengajarkan peserta untuk berbaur dengan lingkungan serta memahami perjuangan orang tua.
Peserta diajak merasakan suasana alam pada malam hari dan memahami bahwa kehidupan yang mereka jalani tidak terlepas dari perjuangan orang tua. Pengalaman tersebut diharapkan dapat membuat peserta semakin menghargai orang tua dan guru.
Menanamkan Nilai Panca Dharma
Kang Agus juga menekankan pentingnya penerapan Panca Dharma BKC dalam kehidupan sehari-hari. Lima nilai tersebut meliputi kejujuran, mempertahankan kebenaran, mempertinggi prestasi, meluruskan diri, dan menjaga norma perguruan.
Dari kelima nilai tersebut, kejujuran menjadi salah satu sikap yang sangat penting untuk ditanamkan kepada setiap karateka. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya diterapkan ketika mengikuti latihan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, keluarga, maupun lingkungan masyarakat.
Pos-Posan dan Uji Mental
Memasuki Minggu dini hari, 6 September 2026, peserta mengikuti kegiatan pos-posan yang dimulai sekitar pukul 01.00 WIB. Kegiatan tersebut terdiri atas lima pos.
Pos 1 membahas sejarah BKC, Pos 2 membahas makna dan arti warna sabuk, Pos 3 membahas kepemimpinan dan tanggung jawab, Pos 4 menjadi ajang uji mental, sedangkan Pos 5 diisi dengan evaluasi.



Setelah kegiatan pos-posan, peserta melakukan persiapan api unggun pada pukul 03.25 WIB. Api unggun kemudian dinyalakan sekitar pukul 03.35 WIB dan dilanjutkan dengan permainan yang melatih konsentrasi serta kekompakan.


Pada pukul 05.00 WIB, peserta melaksanakan salat Subuh berjamaah dan dilanjutkan dengan senam pagi. Setelah itu, peserta dan panitia sarapan bersama pada pukul 08.00 WIB.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan upacara penutupan sekaligus penyematan anggota baru BKC pada pukul 09.00 WIB.


Peserta Antusias Mengikuti Pelantikan
Salah satu peserta baru BKC, Dalfa Tazkiatul Muharam, mengaku merasa senang, bangga, sekaligus sedikit gugup saat mengikuti pelantikan.
«“Saya merasa sangat senang, bangga, dan sedikit gugup saat mengikuti pelantikan karate. Saya juga merasa bersemangat karena pelantikan ini menjadi pengalaman baru dan menunjukkan hasil dari latihan yang telah saya jalani.”»
Setelah resmi menjadi anggota BKC, Dalfa berharap dapat menjadi pribadi yang lebih disiplin, bertanggung jawab, percaya diri, dan semakin rajin berlatih.


Peserta lainnya, Pupu Handayani, mengatakan bahwa dirinya mengikuti ekstrakurikuler karate karena ingin belajar bela diri, melatih kedisiplinan, meningkatkan keberanian dan rasa percaya diri, serta menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.
Sebelum mengikuti pelantikan, Pupu mempersiapkan diri dengan menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh serta mempersiapkan perlengkapan karate.
Target Prestasi hingga Tingkat Nasional
Kang Agus berharap anggota baru BKC tidak berhenti setelah mengikuti pelantikan. Mereka diharapkan terus mengikuti latihan dan mengembangkan kemampuan hingga dapat berprestasi dalam berbagai kejuaraan.
Target ke depan bukan hanya mencapai tingkat kabupaten, tetapi juga dapat menembus tingkat provinsi hingga nasional. Selain bidang pertandingan, para anggota juga diharapkan aktif mengikuti berbagai kegiatan BKC di tingkat yang lebih luas.
BKC memiliki berbagai program kerja yang dilaksanakan setiap tahun, termasuk kegiatan tingkat provinsi dan nasional. Melalui pelantikan ini, diharapkan anggota baru semakin tertarik untuk mengikuti kegiatan tersebut dan membawa nama baik sekolah serta perguruan.


Kegiatan pelantikan BKC di SMAN 1 Kadupandak pada akhirnya bukan sekadar seremoni penerimaan anggota baru. Kehadiran sembilan orang pencetus dari angkatan yang tersisa, dukungan panitia Kadupandak, serta bantuan anggota sabuk cokelat dari Campaka menunjukkan bahwa semangat kebersamaan menjadi bagian penting dalam perjalanan BKC.
Melalui kegiatan tersebut, para anggota baru diharapkan mampu membangun karakter, mempererat persaudaraan, menghormati orang tua dan guru, serta terus berlatih untuk menjadi karateka yang disiplin, bertanggung jawab, berprestasi, dan memiliki semangat untuk terus berkembang.
Diskusi (2)