Kadupandak – Ekstrakurikuler Jurnalistik – Suasana berbeda tampak di lingkungan SMAN 1 Kadupandak pada Jumat, 28 Agustus 2026. Seluruh siswa kelas X hingga kelas XII mengikuti kegiatan GELORA yang dikemas dalam bentuk jalan santai. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya sekolah untuk mengajak siswa berolahraga sekaligus mengenal dan menjaga lingkungan sekitar.
Kegiatan GELORA diawali dengan senam bersama di lingkungan sekolah. Setelah senam selesai, seluruh siswa bersama guru dan pendamping kemudian memulai perjalanan menyusuri rute yang telah ditentukan. Jalan santai berlangsung dalam suasana yang cukup santai dan meriah. Para siswa terlihat menikmati perjalanan bersama teman-teman mereka, meskipun rute yang ditempuh cukup jauh dari sekolah sehingga membuat sebagian siswa merasa lelah.
Salah satu siswa kelas XI-4, Afra Naila Arkana, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut terasa menyenangkan meskipun cukup melelahkan. Baginya, salah satu bagian yang paling berkesan adalah ketika siswa diberi kesempatan untuk mengabadikan momen selama kegiatan berlangsung.
“Seru, tapi sangat capek karena rutenya lumayan jauh dari sekolah. Yang paling saya suka yaitu saat sesi potret karena acara ini santai, jadi kita bisa bebas berfoto di mana pun,” ujar Afra.

Tidak hanya berfokus pada aktivitas fisik, GELORA juga memiliki tujuan untuk meningkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan. Selama kegiatan berlangsung, siswa diarahkan untuk memperhatikan kondisi lingkungan di sepanjang rute. Mereka juga diharuskan untuk membuang sampah pada tempatnya serta memungut sampah yang ditemukan selama perjalanan.
Menurut Ibu Yesti, kegiatan tersebut dinilai efektif karena memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk lebih dekat dengan lingkungan sekitar. Melalui kegiatan jalan santai, siswa tidak hanya diajak menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga belajar mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
“Pelaksanaan GELORA hari ini sangat efektif. Tujuannya agar siswa-siswi bisa mengenal lebih dekat dengan lingkungan, dengan alam sekitar juga. Setelah melakukan kegiatan jalan santai ini, siswa diharuskan bisa membuang sampah dan memungut sampah yang ada di jalan. Jadi, intinya kegiatan ini supaya siswa lebih dekat dengan lingkungan sekaligus belajar untuk menjaga dan peduli terhadap kebersihan lingkungan,” jelas Ibu Yesti.

Dari sisi kepanitiaan, kegiatan jalan santai tersebut merupakan salah satu program kerja OSIS melalui Seksi Bidang Kesehatan Jasmani dan Pelestarian Lingkungan. Dalam pelaksanaannya, OSIS bertugas mempersiapkan pendamping untuk setiap kelas. Seluruh anggota OSIS turut dilibatkan untuk mendampingi siswa selama kegiatan berlangsung, termasuk kelas yang telah memiliki wali kelas.
Sri Hartati selaku Ketua OSIS SMAN 1 Kadupandak menjelaskan bahwa persiapan kegiatan dilakukan dengan melibatkan seluruh anggota OSIS. Pembagian pendamping dilakukan agar setiap kelas tetap mendapatkan pengawasan selama mengikuti jalan santai.
“Kalau dari OSIS sendiri, ini adalah suatu program kerja dari Sekbid Kesehatan Jasmani dan juga Pelestarian Lingkungan, yaitu jalan santai ataupun jalan ceria. Dari OSIS sendiri menyiapkan pendamping kelas yang tidak ada wali kelas. Namun, karena kami ingin meratakan semuanya, akhirnya semua OSIS bertanggung jawab untuk mendampingi setiap kelas meskipun ada wali kelas,” ungkap Sri.
Meskipun kegiatan dapat berjalan dengan baik, masih terdapat beberapa kendala selama pelaksanaan. Salah satunya adalah kondisi siswa yang belum sepenuhnya kondusif. Beberapa siswa masih datang terlambat dan belum terbiasa dengan kegiatan yang dimulai pada pagi hari. Selain itu, pengaturan siswa selama berada di jalan juga menjadi tantangan karena masih terdapat siswa yang berjalan secara bergerombol dan belum mengikuti arahan untuk berjalan dalam dua baris.
“Mungkin kurangnya kekondusifan murid-murid karena memang diadakannya setelah waktu persiapan. Ada beberapa murid yang belum terbiasa datang pagi lagi, tadi juga ada yang masih telat. Pengondisian anak-anak di jalan masih banyak yang bergerombol. Yang disuruh jalan dua jajar malah tidak dua jajar,” ujar Sri.
Menurut Sri, kendala lainnya terdapat pada persiapan dan koordinasi antara pihak sekolah dengan OSIS. Waktu untuk melakukan briefing dan mempersiapkan pendamping masih cukup terbatas sehingga beberapa hal harus dipersiapkan pada pagi hari sebelum kegiatan dimulai.
“Untuk konsep itu pun menurut teteh kurang persiapan, soalnya OSIS juga mungkin kurang briefing dari pihak sekolah dan pihak OSIS-nya. Bahkan untuk pendamping pun OSIS menyiapkan pagi-pagi, jadi mungkin kurangnya briefing dari pihak sekolah dan pihak OSIS,” lanjutnya.
Terlepas dari beberapa kendala tersebut, kegiatan GELORA tetap dapat terlaksana dan diikuti oleh seluruh siswa kelas X hingga kelas XII. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan jalan santai, tetapi juga menjadi pengalaman bagi siswa untuk membangun kebiasaan hidup sehat serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Dengan adanya GELORA, SMAN 1 Kadupandak berupaya menciptakan kegiatan yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memiliki nilai edukatif. Melalui olahraga dan kepedulian terhadap lingkungan, siswa diharapkan semakin sadar bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
Diskusi (2)