KADUPANDAK, 08 Mei 2026 - Ekstrakulikuler Jurnalistik - SMAN 1 Kadupandak Mengadakan kegiatan di luar ruangan (outdoor) melalui program bertajuk "Sahabat Bumi". Kegiatan ini bukan sekadar bersih-bersih biasa, melainkan bentuk integrasi pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan yang dilaksanakan setelah rutinitas pembiasaan Yasinan pagi.
Sinergi Tiga Zona: Dari Ruang Kelas Hingga Penghijauan
Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB ini mengusung konsep manajemen wilayah dengan membagi area sekolah menjadi tiga zona utama. Setiap kelas dibekali instruksi khusus untuk membawa peralatan seperti karung, parang, hingga cangkul guna memastikan efektivitas kerja.
Zona 1 (Kelas X-A s.d X-D): Fokus pada sanitasi interior dan area publik. Para siswa membersihkan debu, mengepel, serta merapikan area parkir dan masjid. Siswa putra di zona ini juga melakukan pekerjaan fisik dengan memindahkan material kayu dan barang tak terpakai ke tempat semestinya.
Zona 2 (Kelas X-E s.d XI-B): Berkonsentrasi pada drainase dan estetika lingkungan. Selain kebersihan kelas, mereka juga memastikan selokan tidak tersumbat dan mencabut rumput liar di sekitar area depan kelas
Zona 3 (Kelas XI-C s.d XI-G): Menangani area lapangan utama. Tugas mereka mencakup pemindahan tanaman ke pot baru serta pemangkasan rumput yang sudah tinggi.
Proses pembersihan ini dipantau langsung oleh para Guru Pembimbing, Wali Kelas dan Kepala Sekolah yang melakukan penilaian terhadap aspek kebersihan, kerapian, hingga detail terkecil seperti pengumpulan serpihan beling dan kerikil demi keamanan lingkungan sekolah.
Suara dari Lapangan: Kedisiplinan dan Kesegaran
Setelah beristirahat sejenak untuk Makan (MBG) pada pukul 09.16 hingga 09.45 WIB, semangat para siswa tetap terjaga.
Afra Naila Arkana dari kelas X-A (Zona 1) mengungkapkan bahwa persiapan peralatan dari rumah adalah kunci kelancaran aksi ini. "Kami membawa perlengkapan lengkap dari parang sampai kanebo. Melalui tema Sahabat Bumi ini, kedisiplinan kita terhadap kebersihan kelas dan halaman sekolah benar-benar diuji dan ditingkatkan," ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Sri Hartati XI-A (Zona 2) Baginya, belajar di luar kelas memberikan atmosfer baru yang menyegarkan. "Rasanya lebih segar karena ini suasana baru setelah rutinitas harian. Pesan saya, tempat yang kita bersihkan hari ini bisa jadi tempat ternyaman untuk masa depan kita, jadi harus dijaga," tuturnya penuh harap.

TANTANGAN PENGHIJAUN ULANG
Salah satu agenda krusial dalam "Sahabat Bumi" adalah penggantian bibit tanaman yang mati. Di (Zona 3), Rena Siti Majidah dan Mitha Annisa Maulida (XI-F) berbagi cerita mengenai proses penanaman kembali tanaman jeruk.
"Tanaman sebelumnya mati karena faktor cuaca dan kurangnya perawatan. Hari ini kami menggantinya dengan bibit tanaman jeruk yang baru. Kendalanya tadi saat proses penggalian tanah yang cukup keras, tapi semua bisa teratasi," jelas mereka.

KOMITMEN JANGKA PANJANG
Kegiatan berakhir tepat pukul 11.00 WIB dengan kondisi lingkungan sekolah yang jauh lebih asri dan tertata. Aksi "Sahabat Bumi" ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda satu hari, tetapi menjadi pemantik kesadaran kolektif bagi seluruh warga SMAN 1 Kadupandak untuk terus merawat bumi dari lingkungan terkecil.
Diskusi (1)