Kadupandak, 21 April 2026 — Ekstrakurikuler Jurnalistik - SMAN 1 Kadupandak sukses menyelenggarakan kegiatan Parade Pelataran bertema kesenian daerah yang berlangsung di lapangan sekolah. Acara ini dihadiri oleh para guru serta diikuti secara antusias oleh siswa-siswi kelas X dan XI.
Dalam sambutannya, Kepala SMAN 1 Kadupandak, Aman Suratman, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan hak perempuan telah membawa perubahan besar bagi perkembangan perempuan saat ini. Beliau juga memberikan pesan kepada para siswa laki-laki agar terus berjuang lebih keras sehingga mampu sejajar dan berkontribusi bersama perempuan dalam berbagai bidang.
Kegiatan ini menjadi ajang untuk menyalurkan bakat sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah. Berbagai perlombaan digelar, di antaranya untuk kelas X meliputi lomba membaca puisi dan fashion show


sedangkan kelas XI mengikuti lomba vokal dan fashion show.


Adapun kriteria penilaian lomba tidak hanya berfokus pada penampilan individu, tetapi juga mencakup kekompakan antar anggota kelas dalam menampilkan karya secara menyeluruh.
Selain itu, acara juga dimeriahkan oleh penampilan tambahan dari perwakilan OSKA (OSIS & MPK) berupa pertunjukan dance yang berhasil menarik perhatian penonton.

Tidak hanya itu, beberapa peserta FLS3N turut memeriahkan acara dengan penampilan spesial, di antaranya Suci Sumirat dari kelas XI-A yang membawakan puisi

serta Nuraini dari kelas X-C yang menampilkan kemampuan vokalnya.

Antusiasme peserta juga terlihat dari hasil wawancara dengan beberapa siswa. Selain itu, salah satu dewan juri, Ibu Risky Anggaraeni S.pd, turut menyampaikan pandangannya terkait pentingnya pelestarian kesenian daerah dan kriteria utama dalam penilaian. Ia menyatakan, “Pelestarian kesenian daerah bukan lagi sekadar upaya menjaga warisan masa lalu, melainkan sebuah kebutuhan mendesak bagi pembentukan karakter generasi muda. Salah satunya adalah penanaman nilai karakter Pancawaluya, di mana banyak kesenian mengajarkan nilai cageur, bageur, bener, pinter, dan singer. Ini merupakan dasar pembentukan mental yang telah ada jauh sebelum konsep pendidikan karakter modern berkembang.” Ia juga menambahkan, “Nilai budaya dan karakter menjadi salah satu kriteria utama dalam penilaian, terutama karena kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kartini.”

Yusti dari kelas X-B mengungkapkan bahwa proses persiapan parade tidak lepas dari berbagai tantangan, seperti perbedaan pendapat antar anggota. Namun, hal tersebut dapat diatasi dengan kekompakan tim. Ia juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kelestarian budaya.

Sementara itu, Pitri Yanti dari kelas XI-D menyampaikan bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab besar dalam melestarikan budaya. Menurutnya, jika bukan generasi muda yang meneruskan, maka budaya tersebut berpotensi hilang seiring berjalannya waktu.

Adapun hasil perlombaan dalam Parade Pelataran adalah sebagai berikut:
Puisi kelas X:
Juara 1: Kelas XE
Juara 2: Kelas XB
Fashion show kelas X:
Juara: Kelas XC
Vokal kelas XI:
Juara: Kelas XIE
Fashion show kelas XI:
Juara: Kelas XID
Kekompakan:
Juara: Kelas XIB
Juara umum angkatan kelas X:
Kelas XC
Juara umum angkatan kelas XI:
Kelas XIB
Dengan terselenggaranya Parade Pelataran ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya melestarikan budaya daerah sekaligus mempererat kebersamaan di lingkungan sekolah.
Diskusi (1)