Berita Sekolah

SMAN 1 Kadupandak Gelar IHT "Pancawaluya", Bentuk Karakter Unggul Siswa Jabar Hadapi Tantangan Global

Cipta Ismaya, S.Tr.Kom.,Gr.
15 April 2026, 07:15 WIB • 52

​KADUPANDAK, Ekstrakurikuler Jurnalistik - Menjawab tantangan krisis moral dan dinamika globalisasi, SMAN 1 Kadupandak menyelenggarakan In-House Training (IHT) bertajuk Pendidikan Karakter "Pancawaluya". Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 14-15 April 2026 ini, melibatkan kolaborasi aktif antara siswa dan pendidik guna mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) Jawa Barat yang paripurna.

Acara ini turut dihadiri oleh Pengawas Pembina, Bapak Itang Supriatna, S.Pd., M.Si., serta menghadirkan dua pakar pendidikan sebagai narasumber utama, yakni Bapak Asep Hendrasyah, M.Pd., dan Bapak Urip Mulya, S.Pd., M.Si.

Kegiatan hari pertama dibuka dengan penayangan video inspiratif yang memuat Sharing Vision dari Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jawa Barat, Bapak Dr. H. Purwanto, M.Pd., mengenai urgensi penerapan program IHT Pancawaluya di lingkungan sekolah.

Menjawab Krisis Sosial dan Tantangan Global

Pada sesi pemaparan pertama, Bapak Urip Mulya menyoroti fenomena degradasi moral yang marak terjadi di kalangan pelajar saat ini. Ia menekankan bahwa pendidik dan siswa sedang berhadapan dengan realitas sosial yang memprihatinkan.

"Kita melihat banyak fenomena sosial di kalangan remaja, mulai dari numpang kendaraan sembarangan (menggembel), kecanduan gim, tawuran, merokok, bullying, melawan guru, hingga penyalahgunaan media sosial. Belum lagi kita dihadapkan pada tantangan kehidupan global seperti perubahan iklim, Revolusi Industri 4.0, dampak pasca-pandemi, hingga konflik internasional," papar Bapak Urip di hadapan para peserta.

Menurut Bapak Urip, membangun infrastruktur fisik di Jawa Barat adalah hal yang relatif mudah. Namun, tantangan terberat justru terletak pada pembangunan SDM yang akan mengisi kemajuan tersebut. Oleh karena itu, Pendidikan Karakter Pancawaluya hadir sebagai sebuah usaha sengaja untuk mewujudkan kebajikan—mencetak individu yang tidak hanya baik untuk dirinya sendiri, tetapi juga membawa dampak positif bagi masyarakat secara keseluruhan.

Lima Nilai Inti "Gapura Panca Waluya"

Lebih lanjut, Bapak Urip menjabarkan konsep Manusa Waluya, yakni gambaran manusia seutuhnya yang selaras secara jasmani, akal, perasaan, kehidupan sosial, dan kehendaknya berdasarkan kearifan lokal Jawa Barat. Konsep ini ditopang oleh landasan filosofis, teologis, sosiologis, psikologis, dan antropologis yang kuat.

Untuk mencapai sosok tersebut, IHT ini menginternalisasikan lima nilai inti yang tergabung dalam Gapura Panca Waluya:

Dari Teori Menuju Kulturalisasi: Diwarnai Insiden Mati Lampu

Sementara itu, pada sesi berikutnya, narasumber Bapak Asep Hendrasyah, M.Pd., membedah model internalisasi nilai-nilai karakter Pancawaluya agar tidak sekadar berhenti pada tataran teori.

"Internalisasi adalah proses penyerapan dan pengakuan nilai-nilai luhur eksternal untuk menjadi identitas diri atau lembaga. Proses ini membutuhkan pembinaan dan pengembangan yang sistematis," jelas Bapak Asep.

Menariknya, di tengah pemaparan materi yang sedang disampaikan oleh Bapak Asep, sempat terjadi insiden mati lampu yang membuat ruangan gelap sejenak. Meski demikian, kendala teknis tersebut tidak menyurutkan antusiasme peserta. Acara tetap berjalan dengan sangat lancar dan kondusif berkat kesigapan panitia serta kepiawaian Bapak Asep dalam menjaga fokus audiens dan menghidupkan suasana.

Setelah listrik kembali menyala, Bapak Asep langsung merinci enam tahapan krusial dalam pembinaan nilai Gapura Panca Waluya, yang dimulai dari Transfering/Information, Training (pelatihan), Modeling (keteladanan), Conditioning (pengkondisian), Habituation (pembiasaan), hingga pada akhirnya membuahkan Kulturalisasi (pembudayaan) di lingkungan sekolah yang mencakup 8 dimensi profil lulusan.

IHT hari pertama ini tidak hanya berlangsung satu arah. Pada puncak acara, para guru dan siswa yang hadir diajak untuk melakukan aktivitas kelompok secara interaktif. Peserta ditantang untuk menyusun rancangan dan model kegiatan sekolah yang sejalan dengan enam tahapan proses pembinaan nilai Pancawaluya tersebut.

Melalui program IHT "Pancawaluya" ini, SMAN 1 Kadupandak berharap dapat menjadi motor penggerak dalam mencetak generasi muda Jawa Barat yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga tangguh, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman.

0 Komentar

Diskusi (0)