Berita Sekolah

Bukan Sekedar Upacara: Perpisahan Terakhir Kelas XII SMAN 1 Kadupandak Sarat Makna

DEFIA SYAHRA NURMAULIDA
07 April 2026, 13:37 WIB • 149

​KADUPANDAK, Ekstrakurikuler Jurnalistik – Suasana haru dan kebanggaan menyelimuti lapangan utama SMAN 1 Kadupandak pada Senin, 06 April 2026. Seluruh siswa-siswi kelas XII mengikuti upacara terakhir mereka, sebuah momen yang bukan sekadar seremoni rutin, melainkan penutup perjalanan panjang selama tiga tahun menimba ilmu, bertumbuh, dan membangun kenangan.

Upacara ini dihadiri oleh seluruh warga sekolah, mulai dari Bapak Kepala Sekolah, dewan guru, staf, hingga adik-adik kelas X dan XI yang turut menyaksikan detik-detik pelepasan kakak kelas mereka. Suasana hening menyelimuti lapangan saat Bapak Kepala SMAN 1 Kadupandak berdiri di podium untuk membacakan teks perpisahan. Dalam narasinya yang menyentuh, beliau berpesan agar para siswa tidak berhenti bermimpi meski gerbang sekolah telah mereka tinggalkan.

Acara tidak hanya diisi dengan prosesi formal, tetapi juga dimeriahkan oleh berbagai kreativitas seni yang memukau:

​Marching Band (Gema Nada Smanka): Membuka kemeriahan dengan formasi apik dan dentuman musik yang membangkitkan semangat juang para siswa. Sekaligus persembahan penyerahan tongkat kepemimpinan.

Sanggar Seni Gilang Kencana: Menampilkan pertunjukan seni tari yang elegan.

Paduan Suara (Padus): Mengalunkan lagu-lagu perpisahan yang sukses menyentuh sanubari. 

Ramdani dari kelas XII-F mengungkapkan perasaannya, “Rasanya seru sekaligus sedih, karena ini adalah acara terakhir bagi kami. Kami ingin menjadikan momen ini sebagai kenangan berharga yang tak akan terlupakan.”

Kesuksesan rangkaian acara ini juga tak lepas dari kerja keras para panitia. Muhtad, salah satu panitia dari kelas XII-B, menjelaskan, “Mulai dari tim dokumentasi hingga atribut angkatan, telah kami persiapkan dengan matang. Inti dari keberhasilan acara ini adalah solidaritas siswa seangkatan serta dedikasi kami sebagai panitia.”

Momen paling menyentuh terjadi saat prosesi sungkeman. Di bawah langit Kadupandak, para siswa bersalaman bahkan memeluk Bapak dan Ibu Guru untuk memohon maaf dan doa restu. Suasana semakin dramatis saat seluruh angkatan kelas XII bersama para guru melepas balon ke udara secara bersama-sama, melambangkan cita-cita yang siap membubung tinggi.

Kegiatan tidak berakhir begitu saja. Saat matahari mulai condong ke barat, agenda berlanjut ke sesi Last Ceremony. Suasana yang tadinya formal berubah menjadi lebih hangat dan cair. Seluruh siswa kelas XII berkumpul untuk melakukan foto bersama, mengabadikan tawa dan persahabatan mereka untuk terakhir kalinya di seragam putih abu-abu.

Di setiap langkah barisan dan setiap kilatan kamera, tersimpan janji bahwa perpisahan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru yang lebih luas. Ketika lapangan akhirnya kosong, yang tersisa bukan hanya debu yang mengendap, melainkan cerita yang akan terus hidup abadi dalam ingatan.

1 Komentar

Diskusi (1)

Dani Firmansyah, S.E.
Alhamdulillah
07 Apr 2026 17:38